Pengenalan Fasilitas

Perdagangan internasional adalah perdagangan antara warga atau penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Kesepakatan perdagangan itu bisa bersifat perorangan, berkelompok atau antara individu dari pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Bea Cukai memiliki kaitan erat dengan perdagangan internasional sebagai instansi yang mengawasi lalu lintas dan pemungutan Bea Masuk dan Bea Keluar.

Salah satu aspek dasar pembentukan Undang-undang nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 17 tahun 2006, adalah  pemberian insentif terhadap perdagangan dan sektor industri.  Pemberian insentif tersebut diharapkan akan memberikan manfaat pertumbuhan perekonomian nasional. Bentuk fasilitas kepabeanan  secara umum dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

Fasilitas yang terkait dengan pelayanan, dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih cepat, lebih baik dan lebih murah. Fasilitas pelayanan kepabeanan ditujukan untuk memperlancar arus barang, orang maupun dokumen dalam sistem atau tata laksana kepabeanan di bidang impor. Dalam skema fasilitas pelayanan, kewajiban pembayaran bea masuk dan PDRI tetap wajib dilakukan. Umumnya bentuk-bentuk fasilitas pelayanan telah diintegrasikan dalam sistem tata laksana kepabeanan. Kewenangan pemberian fasilitas pelayanan biasanya dilaksanakan oleh Kepala Kantor Pabean setempat. Hal ini merupakan kebijakan dan terkadang juga merupakan suatu perlakuan diskresi (penyimpangan) dari suatu sistem tatalaksana yang regular dengan tujuan semata-mata untuk kepentingan kelancaran arus barang, orang maupun dokumen. Contohnya yaitu:

  1. Pembongkaran atau Penimbunan di Luar Kawasan Pabean
  2. Fasilitas Vooruitslag
  3. Pelayanan Segera (Rush Handling)
  4. Fasilitas Jalur Prioritas
  5. Fasilitas Pemberitahuan Pendahuluan (Prenotification)

Fasilitas yang terkait dengan fiskal kepabeanan, berupa pembebasan bea masuk, keringanan bea masuk, pengembalian bea masuk dan penangguhan bea masuk. Fasilitas fiskal kepabeanan merupakan suatu bentuk pemberian insentif yang berkaitan dengan pungutan bea masuk. Bentuk-bentuk perlakuan yang diberikan dapat berupa tidak dipungut bea masuk, pembebasan bea masuk, pembebasan atau keringanan bea masuk, penangguhan bea masuk serta pengembalian bea masuk.  Fokus utama pemberian insentif fiskal antara lain adalah untuk kepentingan sektor industri dan perdangangan,  kepentingan publik, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan juga perlakuan yang lazim dalam tata pergaulan internasional. Bentuk-bentuk perlakuan yang diberikan dapat berupa:

  1. tidak dipungut bea masuk,
  2. pembebasan bea masuk,
  3. pembebasan atau keringanan bea masuk,
  4. penangguhan bea masuk
  5. pengembalian bea masuk.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Materi terkait Fasilitas (Klik Tautan Dibawah Ini)

Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Industri Kecil Menengah (KITE-IKM)

Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE)

By Bea Cukai Meulaboh| 28 Juli 2017 |