Tindak Lanjut Penindakan Rokok Ilegal di Simeuleu

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai instansi vertikal Kementerian Keuangan memiliki empat fungsi sebagaimana diamanatkan undang-undang No. 11 Tahun 1995 sebagaimana diubah dengan undang-undang No. 39 tahun 2007 Tentang Cukai, salah satunya adalah sebagai Community Protector dibidang cukai yaitu membatasi peredaran barang yang dianggap mengganggu kesehatan jika dikonsumsi masyarakat seperti Hasil Tembakau (Rokok).

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai khususnya Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Meulaboh berupaya memberantas peredaran rokok ilegal. Ini merupakan aksi nyata bea dan cukai dalam menciptakan perlakuan yang adil bagi industri rokok yang telah mematuhi segala ketentuan dan membayar cukai sesuai kewajibannya, sehingga diharapkan dengan adanya penindakan ini dapat menekan peredaran rokok ilegal sehingga pasar akan diisi oleh industri rokok yang taat aturan.

Sebagai langkah nyata dalam pemberantasan ini pada Kamis, 17 Januari 2019 pukul 12.00WIB - Bea Cukai Meulaboh bekerjasama dengan Kantor Wilayah DJBC Aceh telah berhasil melakukan penggagalan upaya peredaran barang kena cukai ilegal hasil tembakau berupa rokok yang tidak dilekati dengan pita cukai yang menggunakan mobil suzuki carry di Simeuleu,Aceh.

Penggagalan terjadi di pasar kampung Aie Simeulue Tengah, dengan barang bukti meliputi 3.300 bungkus Rokok jenis (SKM) tanpa dilekati Pita Cukai dengan total 52.800 batang tanpa dilekati pita cukai (polos). Perkiraan nilai barang dari operasi penggagalan tersebut diperkirakan mencapai Rp.23.100.000,- dengan perkiraan kerugian negara mencapai Rp.19.536.000,-. Tersangka dengan berinisial DS kelahiran tahun 1992.

Kejadian bermula dari info masyarakat yang mengetahui adanya peredaran BKC HT tanpa dilekati pita cukai di Simeulue. Atas informasi yang diterima Tim Operasi Terpadu Pemantauan dan Pengawasan Kanwil DJBC Aceh dan KPPBC TMP C Meulaboh yang didukung oleh POLRES Simeuleu melakukan pengawasan dan berhasil menindak 1 (satu) unit mobil Suzuki Carry beserta seorang supir yang sedang membawa dan menjual rokok jenis SKM di Kampung Aie, Kec. Simeulue Tengah ,Kab.Simeulue,Aceh.

Acara dihadiri oleh Kasi Pidana Khusus, Pak Muliadi, Jaksa Penuntut Umum, Pak Solihin dan Kepala Seksi Penindakan 2 Kanwil BC Aceh, Didik Mujiyono. Atas perkara tersebut dilakukan penyidikan oleh penyidik KPPBC TMP C Meulaboh. Saat ini berkas penyidikan telah dinyatakan lengkap (P21) oleh KAJARI kab Simeuleu dan dalam waktu dekat akan dilakukan serah terima tersangka dan barang bukti kepada KAJARI Simeuleu.

Kajari menegaskan tersangka akan dituntut dengan UU Cukai Nomor 39 tahun 2007 Tentang Perubahan atas UU Cukai Nomor 11 Tahun 1995 Pasal 54 yang berisi “Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.” Sinergi antara KPPBC tipe Madya Pabean C dengan Kepolisian dan Kejaksaan Akan terus berlanjut untuk pemberantasan peredaran rokok ilegal di sepanjang pantai barat dan simeuleu.

By Bea Cukai Meulaboh| 15 April 2019| Berita |