Reformasi Bea Cukai

Dirjen Kepabeanan dan Cukai, Heru Pambudi berkata “Bea Cukai telah melaksanakan reformasi sejak tahun 1995 dengan ditetapkannya Undang-Undang Kepabeanan dan Undang-Undang Cukai. Namun, terdapat perbedaan fundamental antara reformasi kali ini dengan reformasi-reformasi terdahulu”.
Perjalanan Reformasi Kepabeanan dan Cukai dimulai dari tahun 1995 dengan perumusan UU Pabean dan UU Cukai serta Simplifikasi prosedur layanan. Di tahun 2002 Dilakukan Deklarasi Kepabeanan dan Cukai Elektronik serta Reformasi Kebijakan Makro. Tahun 2006 Amandemen UU Pabean serta Penyempurnaan System Reward and Punishment. Tahun selanjutnya yaitu 2007 Amandemen UU Cukai, Pembentukan KPU dan Pembentukan Portal INSW. Tahun 2010 dilakukan Modernisasi KPPBC , Penyempurnaan System Manajemen Kinerja dan Sentralisasi system IT. Di tahun 2014 Reformulasi Visi, Misi, dan Fungsi Utama DJBC serta Penguatan Kelembagaan (Organisasi, SDM, Infrastruktur) dan Penyempurnaan proses bisnis inti.
Hingga di tahun 2018 mendapat Capaian target penerimaan yang meningkat (105,4%). Di bagian fasilitas, terjadi Revilitasi KB sebagai instrument pertumbuhan ekonomi serta Otomasi dan simplifiaksi syarat fasilitas KITE-IKM. Di bagian pelayanan ditekankan untuk efisien, dengan membuat Registrasi Kepabeanan menjadi 10 menit (OSS), Perizinan Cukai ( Pabrik BKC) menjadi 3 hari, dan perizinan KB & KITE menjadi 1 jam setelah presentasi. Di bagian pengawasan difokuskan untuk meningkatkan efektivitas, hingga terjadi Penindakan Exim (BHP) yang naik dari 3,9T (2016) menjadi 11,4T (2018), Penindakan Narkoba (NPP) naik 29% (303 kasus = 3,9 Ton). Tidak hanya persoalan dengan publik yang digembleng untuk semakin baik serta efektif dan efisien, tapi institusi pun juga digembleng untuk jauh semakin baik, di bagian integritas dan budaya dilakukan Penguatan sifat dasar pegawai dengan KLIK-JUJUR, Otomasi Integritas dan Gaya Hidup (SMIP),dan Pengukuran Kinerja Unit & Individu berbasi BSI Balance Score Card (BSI). Hasil Survey & Performance dari Penilaian Integritas oleh KPK ( berada di peringkat 3) dan peredaran rokok ilegal turun dari 12% menjadi 7%. Namun tidak hanya berhenti sampai disitu, karena Bea Cukai akan terus melakukan reformasi sehingga semua prestasi-prestasi itu pastinya akan terus ditingkatkan sesuai dengan taglinenya yaitu, Bea Cukai Makin Baik.

By Bea Cukai Meulaboh| 05 Februari 2019| Berita |