Di Tengah pandemik Covid-19, Kasus Rokok Ilegal Dinyatakan Lengkap

1
(Aceh Selatan) Pada tanggal 16 Maret 2020, Bea Cukai Meulaboh telah menerima pelimpahan perkara dari Kepolisian Resor Aceh Selatan yaitu kasus tindak pidana di bidang cukai berupa rokok ilegal Luffman sebanyak 5.000 bungkus yang di bawa oleh 2 (dua) orang pelaku berinisial MT (52 tahun) dan MM (43 tahun) asal Medan.

Penyidik Bea Cukai Meulaboh secara profesional telah melakukan serangkaian kegiatan penyidikan mulai dari pemeriksaan terhadap saksi dan tersangka, pengumpulan alat-alat bukti, penitipan tersangka untuk di tahan di Lapas Kelas IIB Meulaboh serta pengembangan lebih lanjut terhadap kasus rokok luffman ilegal tersebut.

Dari hasil penyidikan kasus rokok luffman ilegal tersebut, berkas perkara pidana cukai telah dinyatakan lengkap (P-21) oleh pihak Kejaksaan Negeri Aceh Selatan sesuai nomor B-383/L.I.19/Ft.3/04/2020 tanggal 13 April 2020 dan selanjutnya tanggung jawab tersangka dan barang bukti akan dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Aceh Selatan.

Para pelaku diduga telah melanggar pasal 54 dan/atau pasal 56 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Bea Cukai Meulaboh berkomitmen untuk bersinergi dengan Aparat Penegak Hukum di wilayah Barat-Selatan Aceh dalam rangka memberantas Peredaran Rokok Ilegal.

By Bea Cukai Meulaboh| 16 April 2020| Kegiatan |