Masjid Nurul Huda, Saksi Bisu Perkembangan Meulaboh

1

Selamat bertemu lagi di hari Jumat Sahabat Bang Johan! Pada kesempatan kali ini Bang Johan akan mengajak sahabat untuk membahas sebagian kecil dari sejarah Meulaboh. Kita akan membahas Masjid Nurul Huda, salah satu Masjid yang menjadi saksi bisu Tsunami dan perkembangan Meulaboh dari masa ke masa.
2
Masjid ini didirikian pada abad ke-18 masehi oleh Ulee Balang Meulaboh, Teuku Tjik Ali. Pembangunan masjid ini pada awalnya masih menggunakan konstruksi kayu bersamaan dengan pembangunan Pasar Gambe yang saat ini telah menjadi Taman Hijiriah. Seiring perkembangan Meulaboh pada tahun 1900 dibuat semi permanen, yang kemudian pada akhirnya duperluas pada tahun 1938 oleh Ulee Balang Teuku Tjik Ali Akbar, mertua dari pahlawan nasional Teuku Umar.

Sebagai masjid tertua di kabupaten Aceh barat ini, Masjid Nurul Huda adalah saksi bisu perkembangan Meulaboh mulai dari jaman Seneubok sampai sekarang. Masjid ini juga menjadi bukti sejarah tsunami aceh 2004. Masjid ini dapat selamat sendiri saat tsunami menerjang, dimana bagunan-bangunan lain disekitar masjid disapu tsunami silam. 
3
Selain sebagai masjid pertama di Aceh Barat, masjid ini memegang gelar masjid agung kabupaten sampai berakhir pada saat Mesjid Agung Baitul Makmur selesai didirikan. Masjid ini masih aktif dipakai sebagai tempat pelaksanaan ibadah dan juga menjadi bangunan yang memiliki sejarah akan masa lalu Meulaboh hingga Saat ini

Masjid ini bisa menjadi tempat tujuan sahabat Bang Johan jika berkunjung ke Meulaboh. Tentunya untuk beribadah dan melihat peninggalan sejarah yang masih dapat kita saksikan sampai saat ini.

4

By Bea Cukai Meulaboh| 31 Januari 2020| Kegiatan |