Mie, makanan sejuta umat - Bea Cukai Meulaboh Sharing

1

Selasa (28/1) seperti biasa, diadakan Semangat Belajar Sharing (Selasha) di aula lt. 2 Bea Cukai Meulaboh. Pada kesempatan kali ini yang mendapat giliran membagikan ilmu adalah Agitha Asmarani, pegawai On Job Training (OJT).
2
Acara dibuka oleh Taufan Syahputra, Kepala Subseksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas. Kemudian acara dilanjutkan oleh pemaparan materi oleh Agitha Asmarani. Mie merupakan makanan sejuta umat di dunia, baik dari kalangan muda sampai kalangan tua, bahkan anak-anak usia balita juga gemar makan mie. Mie merupakan adonan tipis yang telah digulung, dikeringkan, dan dimasak dalam air mendidih dan diberi campuran bumbu serta topping. 
3
Sejarah mie belum secara pasti belum diketahui keberadaannya, tetapi sejarah mengenai mie berasal dari Dinasti Han Timur antara tahun 25 dan 220 Masehi. Pada Oktober 2005, mie tertua yang diperkirakan berusia 4000 tahun ditemukan di Qinghai, Tiongkok. Mie adalah nama generik yang lazim digunakan orang-orang. Orang Eropa menyebutnya pasta (bahasa italia) dan noodle (bahasa inggris) untuk pasta yang memanjang. Di Jepang mie lebih terkenal dengan ramen. Di Asia sendiri mie sangat bervariasi, terutama di Indonesia.

Tetapi, tanpa kita sadari meskipun mie memiliki cita rasa yang enak, mie juga memiliki beberapa dampak negatif jika dikonsumsi secara berlebihan khususnya mie instan. Agar terhindar dari dampak negatif tersebut dapat pula mengonsumsi mie dengan menambahkan sayuran dan mengurangi bumbu yang digunakan.

Semoga dengan selasha kali ini bisa menambah wawasan kita mengenai mie. 

4

By Bea Cukai Meulaboh| 28 Januari 2020| Kegiatan |