Diskusi Bea Cukai dan Pemprov Aceh mengenai Evaluasi Pengelolaan Ekspor Provinsi Aceh

1

Kamis, 21 November 2019, Bea Cukai Meulaboh ikut menghadiri Forum Group Discussion (FGD) di Ballroom Hotel Grand Permata Hati. FGD yang bertema "Evaluasi Pengelolaan Ekspor dan Impor Daerah di Provinsi Aceh" ini dihadiri oleh perwakilan Instansi terkait termasuk Bea Cukai Meulaboh dan Pengusaha Kelapa Sawit di Provinsi Aceh. 

2
Narasumber dalam acara ini diisi oleh Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Aceh, Kepala Dinas Perindag Aceh ,Kepala Seksi Tanaman Tahunan Direktorat Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kementerian Perdagangan, dan Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Aceh. Pembahasan diarahkan pada evaluasi atas ekspor CPO yang dilakukan provinsi Aceh pada bulan sebelumnya melalui pelabuhan Calang, Aceh Jaya kamis, (17/10) lalu dan melalui pelabuhan Krueng Geukuh Pelindo I cabang Lhokseumawe pada Rabu,(12/11) lalu menuju India.

Ekspor perdana ini merupakan trigger bagi perkembangan ekspor di provinsi Aceh kedepannya. Ini merupakan langkah pemerintah Aceh untuk mengurangi rantai ekspor CPO yang selama ini harus melalui pelabuhan diluar Aceh. Pelabuhan Calang sebagai motor penggerak untuk ekspor di Wilayah Barat Selatan Aceh sedangkan Pelabuhan Krueng Gukuh Penggerak untuk Wilayah Timur. 

3

Dari Diskusi para peserta berharap  dengan pelaksanaan ekspor secara langsung dari pelabuhan di provinsi Aceh ke negara tujuan ekspor dapat mengurangi beban logistik perusahaan kelapa sawit sehingga dapat meningkatkan harga Tandan Buah Segar (TBS) di masyarakat yang berefek pada peningkatan kesejahteraan Masyarakat Aceh.

Bea cukai Meulaboh sendiri akan terus berupaya memberikan pelayanan atas ekspor CPO khususnya di Wilayah Barat- Selatan Aceh dan memberikan bimbingan terkait fasilitas yang dapat diberikan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai demi kemajuan ekonomi Provinsi Aceh.

4

By Bea Cukai Meulaboh| 25 November 2019| Kegiatan |