Selasha Ramadhan Berbagi Kisah

Selasha kali ini dibuka oleh Ade Fitriansyah, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan yang dilanjutkan dengan pemaparan Selasha dari Andriyusman. Selasha edisi ramadhan diisi dengan pengalaman hidup dari Andriyusman yang menceritakan tentang pengalaman pribadi yang ia alami. Dimulai dari masa SMA, Andri menceritakan tentang dirinya dan keikut aktifannya dalam berorganisasi terutama sebagai anggota ekskul Kerohanian Islam. Banyak pengalaman yang Andri dapatkan, salah satunya adalah meningkatkan iman rohani dan skill berkomunikasi sosialnya. Cerita dilanjutkan ketika Andri telah lulus dari SMA, dan ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan bingung untuk memilih perkuliahan. Akhirnya setelah banyak pertimbangan, ia memutuskan untuk mendaftar ke STAN (2013). Saat seleksi tahap pertama, ia lolos. Seleksi berikutnya adalah tes kesehatan dan kebuharan serta tes wawancara. Pada tes wawancara ini, banyak rumor yang beredar bahwa tes wawancaranya terbilang sulit. Andri pun semakin harus mempersiapkan mental untuk wawancara tersebut. Wawancara yang rumornya sulit ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Hal itu karena pengalamannya saat menjadi anggota organisasi memudahkan dirinya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh pewawancara. Akhirnya tes ujian penerimaan mahasiswa STAN pun berakhir, dan ia diterima di STAN dan menjadi mahasiswa prodip 3 dan bekerja di Bea Cukai hingga kini. Dari Selasha tersebut dapat kita ambil hikmah bahwa sesungguhnya selain kita mempelajari pelajaran pengetahuan dan ketrampilan teknis (hard skill), kita juga harus mempelajari tentang soft skill yang meliputi interpersonal skill yang merupakan ketrampilan seseorang dalam berkomunikasi dan intrapersonal skill yang mana merupakan ketrampilan dalam mengatur dirinya sendiri sehingga sesorang dapat mengembangkan kinerja secara optimal. 

By Bea Cukai Meulaboh| 24 Mei 2019| Kegiatan |