Meulaboh (30/4), SELASHA kali ini membahas tentang sesuatu yang tidak terdengar asing di telinga kita yaitu Kopi. Minuman yang selalu diminum baik dalam keadaan dingin maupun panas, pemaparan tentang kopi tersebut dibawakan oleh saudara Ghulam Fikri Zaen. Pemaparan dimulai dengan membahas tentang nama biji Kopi seperti Arabica, Robusta, Liberica. Kopi Arabica berasal dari biji kopi yang tumbuh di Ethiopia, namun karena yang membawa dan memperdagangkanya adalah bangsa Arab maka dinamakan Kopi Arabica. Kopi Arabica sendiri memliki ciri khas Asam dan memiliki aroma yang kuat sehingga kopi jenis ini banyak disukai pecinta kopi di seluruh dunia.

Sedangkan kopi Robusta tidak memiliki aroma dan bau yang kuat seperti Arabica, namun memiliki rasa kopi dan pahit yang kuat kopi jenis ini merupakan kopi yang paling banyak di ditanam di Indonesia dikarenakan perawatannya tidak sesulit dan biayanya tidak semahal kopi Arabica. Penamaan kopi bukan hanya berasal dari jenis kopi tapi juga dari mana kopi tersebut ditanam dan berasal, seperti kopi Gayo yang berasal dari Aceh, kopi Toraja yang berasal dari Tana Toraja Sulawesi Selatan dan kopi lainya yang berasal dari tempat yang berbeda dan memiliki ciri khas.

Bukan hanya itu saja namun nama kopi juga berdasarkan cara pembuatanya seperti Espresso Based dan Manual Brew. Espresso breed sendiri pun dibagi juga menjadi espresso ,americano , dan lainya, begitu juga dengan Manual Brew seperti Moka Pot, Rok Presso dan lainya. Setelah sesi pemaparan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pertanyaan yang dilontarkan seputar hal-hal yang berhubungan dengan si pahit nan nikmat ini, yaitu isu tidak boleh minum kopi saat perut kosong, kopi yang digunakan di café dengan logo yang berwarna hijau dengan gambar wanita berambut panjang yang sekali membeli bisa membuat kantong kering sampai cara bagaimana menyajikan kopi yang nikmat? karena tidak jarang dimana kopi dan bahan yang digunakan sama namun rasa yang dihasilkan sangat berbeda. Rasa dari kopi bukan hanya berasal dari kopi tersebut namun juga dari kelihaian barista (pmbuat kopi) dalam meracik kopi tersebut.

By Bea Cukai Meulaboh| 24 Mei 2019| Kegiatan |